Teknologi Web App vs Mobile App: Mana yang Lebih Efektif untuk Produk Anda?
Ingin membangun sebuah aplikasi untuk Produk Anda? Mari pertimbangkan diantara kedua tipe aplikasi yang ada dan jangan sampai salah memilih!
Saat mencoba untuk mendigitalisasi sebuah produk, Anda akan dipertemukan dengan sebuah desisi diantara 2 tipe aplikasi (App); Web App atau Mobile App.
Keduanya memang kelihatan mirip, tetapi memiliki pendekatan yang beda — baik dari segi teknologi, pengalaman pengguna, sampai biaya pengembangannya dan tentunya, kedua tipe app memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Melihat dengan semakin banyaknya pengguna mobile sehari-hari, mungkin kebanyakan dari kalian berpikir bahwa mobile app merupakan jawaban yang tepat.
Banyak yang salah prasangka bahwa web app berarti desktop dan mobile app berarti mobile. Padahal, nyatanya web app dapat diakses dimana saja selama pengguna memiliki akses internet. Akan tetapi, memang mobile app tidak bisa diakses dalam desktop tanpa bantuan pihak ketiga, namun mobile app memungkinkan pengguna Anda untuk mengakses app secara offline.
Mari kita coba untuk membedah lebih lanjut perbedaan diantara keduanya sebelum Anda salah memilih tipe app untuk produk Anda.
Apa Itu Web App?
Secara garis besar, web app adalah aplikasi yang dapat diakses secara mudah melalui browser. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, selama pengguna memiliki sebuah browser dan koneksi dengan internet, mereka dapat mengakses web app produk Anda dengan mudah, cepat, dan tanpa adanya instalasi tambahan yang me-ribetkan atau menuh-menuhi app gallery Anda.
Kelebihan & kekurangan web app
|
Pros |
Cons |
|
Dapat diakses di platform apa saja yang memiliki browser dan koneksi dengan internet |
Memiliki kesulitan dalam akses fungsionalitas hardware, seperti mic, kamera, dll |
|
Tidak memaksa pengguna untuk melakukan update terus-menerus, dikarenakan update dapat langsung dilakukan secara real-time |
Tidak dapat diakses secara offline |
|
Biaya yang lebih murah dengan kebutuhan development dan testing tools yang lebih sedikit |
Web app cenderung lebih lambat daripada karena memerlukan koneksi server untuk beroperasi. |
|
Tidak diperlukan approval untuk melakukan product launch dikarenakan dapat di host secara pribadi, tidak dari app store tertentu |
UI/UX terkadang kurang optimal berdasarkan tipe browser dan perangkat yang digunakan |
Apa Itu Mobile App?
Seperti namanya, mobile app merupakan jenis app yang perlu di download terlebih dahulu untuk digunakan. Setelah di download, pengguna dapat mengakses produk Anda kapa saja, memberikan kemudahan dan pengalaman pengguna yang lebih singkat.
Kelebihan & kekurangan web app
|
Pros |
Cons |
|
Pengalaman pengguna yang lebih baik |
Memerlukan biaya lebih tinggi untuk membangun dan maintain aplikasi |
|
Mobile app biasa terbilang lebih cepat untuk diakses karena data yang tersimpan langsung di device masing-masing |
Akses terbatas tergantung dengan sistem operasi serta versi yang sedang digunakan |
|
Dapat digunakan secara offline |
Perlunya prosedur approval yang memakan waktu dan complex dalam app store |
|
Lebih mudah untuk di kustomisasi |
Pengguna harus terus meng-update aplikasi untuk dapat menikmati fitur terbaru. |
Jadi, Mana yang Cocok Untuk Produk Bisnis Anda?
Setelah selesai menganalisis perbedaan, serta kelebihan dan kelemahan masing-masing jenis aplikasi, Anda bisa memilih tipe aplikasi yang paling sesuai dengan produk Anda. Keputusan antara web app dan mobile app sangatlah tergantung dengan target user, budget, serta tujuan utama pembangunan.
Jika Anda memiliki budget yang terbatas, butuh launch cepat, dan menginginkan produk Anda diakses oleh semua orang tanpa batasan, web app dapat menjadi pilihan yang tepat untuk Anda. Tetapi, jika Anda ingin produk Anda memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, membutuhkan fitur-fitur native atau hardware dari perangkat, seperti kamera, GPS, dan push notification, mungkin mobile app akan lebih cocok untuk Anda.
Namun, tidak ada salahnya memulai pembangunan dari web app terlebih dahulu dan melakukan pembangunan mobile app nantinya. Banyak sekali startup besar yang melakukan hal serupa, dimana mereka memulai membuat web app, lalu membuat versi mobile setelah produk dan pengguna mereka berkembang.
Source: Medium Post
