Mengapa Desain Website yang Buruk Bisa Membuat Anggaran Iklan Google Ads Anda Boncos
Meningkatkan Kredibilitas Digital Melalui Desain Website yang Optimal. Desain website yang responsif dan terstruktur dengan baik mampu mengonversi klik iklan menjadi penjualan, serta mencegah pemborosan anggaran pemasaran digital Anda.
Banyak pemilik bisnis merasa heran saat iklan Google Ads mereka tidak menghasilkan penjualan. Mereka sudah menghabiskan jutaan rupiah untuk mendatangkan pengunjung. Pengunjung memang datang ke website, tetapi mereka langsung keluar tanpa membeli apa pun. Fenomena ini sering disebut dengan istilah boncos atau rugi dalam dunia pemasaran digital.
Penyebab utama masalah ini biasanya bukan pada setelan iklan Anda. Masalah utama sering kali terletak pada desain website yang buruk. Google Ads hanya bertugas mengantarkan calon pembeli sampai ke pintu toko Anda. Desain dan kenyamanan website Anda yang menentukan apakah calon pembeli tersebut akan berbelanja atau pergi.
Hubungan Erat Antara Google Ads dan Kualitas Website
Google menggunakan sebuah sistem penilaian otomatis yang disebut dengan Quality Score atau Skor Kualitas. Skor ini mengukur relevansi dan kualitas halaman website Anda dengan iklan yang Anda tayangkan. Skor Kualitas memiliki skala nilai dari 1 sampai 10.
Google memberikan Skor Kualitas tinggi pada website yang rapi dan mudah digunakan. Skor Kualitas yang tinggi akan membuat biaya per klik iklan Anda menjadi lebih murah. Sebaliknya, website dengan desain buruk akan mendapatkan skor yang rendah. Google akan membebankan biaya iklan yang jauh lebih mahal kepada website dengan Skor Kualitas rendah.
Kecepatan Memuat Halaman yang Lambat
Calon pembeli di internet tidak suka menunggu lama. Desain website yang penuh dengan gambar berukuran besar dan kode yang berantakan akan memperlambat waktu pemuatan halaman. Istilah teknis untuk kecepatan memuat halaman ini adalah Page Speed.
Sebagian besar pengguna internet akan menutup halaman website jika proses memuat materi melebih waktu tiga detik. Peristiwa pengunjung langsung keluar setelah membuka satu halaman website ini disebut dengan Bounce Rate. Anda tetap harus membayar biaya klik iklan kepada Google meskipun pengunjung tersebut langsung pergi sebelum membaca penawaran Anda.
Struktur Navigasi yang Membingungkan Pembaca
Navigasi adalah struktur menu dan tombol panduan yang membantu pengunjung menjelajahi isi website Anda. Desain website yang buruk sering kali menyembunyikan informasi penting. Pengunjung kesulitan mencari tombol produk, daftar harga, atau nomor kontak perusahaan.
Pengunjung akan merasa frustrasi jika struktur menu terlalu rumit. Mereka memilih untuk keluar dari website Anda dan mencari kompetitor dengan website yang lebih mudah dipahami. Desain navigasi yang baik harus bisa mengantarkan pengunjung ke halaman target dalam tiga kali klik saja.
Desain Tampilan yang Tidak Ramah Pengguna Ponsel
Lebih dari delapan puluh persen pengguna internet saat ini mengakses website melalui smartphone atau ponsel pintar. Anda harus memastikan website Anda memiliki sifat Mobile Responsiveness. Mobile Responsiveness adalah kemampuan otomatis halaman website untuk menyesuaikan diri dengan berbagai ukuran layar perangkat.
Website yang buruk sering kali terlihat rapi di komputer, namun berantakan saat dibuka lewat ponsel. Teks menjadi terlalu kecil untuk dibaca. Tombol-tombol penting saling bertumpuk dan tidak bisa diklik. Iklan Google Ads Anda akan sia-sia jika sebagian besar pengguna ponsel langsung meninggalkan website Anda karena tampilan yang rusak.
Tombol Aksi yang Tidak Jelas dan Membingungkan
Tujuan akhir dari pemasangan iklan Google Ads adalah membuat pengunjung melakukan tindakan tertentu. Tindakan tersebut bisa berupa pembelian produk, pengisian formulir, atau menghubungi WhatsApp admin. Dalam dunia digital, tombol eksekusi ini disebut dengan Call to Action atau CTA.
Website dengan desain buruk sering kali mengabaikan penempatan tombol CTA ini. Beberapa kesalahan fatal terkait tombol aksi meliputi poin di bawah ini:
-
Warna tombol menyatu dengan latar belakang website sehingga tidak terlihat.
-
Ukuran tombol terlalu kecil untuk ditekan menggunakan jempol pada layar ponsel.
-
Tulisan pada tombol terlalu kaku dan tidak persuasif.
-
Posisi tombol berada di bagian paling bawah halaman sehingga pengunjung harus menggulir layar terlalu jauh.
Kurangnya Elemen Kepercayaan dan Identitas Merek
Pengunjung internet sangat berhati-hati sebelum melakukan transaksi pada website baru. Desain website yang terlihat amatir akan memicu kecurigaan. Pengunjung takut menjadi korban penipuan digital.
Website Anda wajib menampilkan elemen kepercayaan secara visual yang jelas. Anda perlu menyusun tata letak khusus untuk menampilkan logo perusahaan secara profesional. Posisikan testimoni pelanggan, logo mitra kerja, dan sertifikat keamanan legalitas pada tempat yang mudah dilihat oleh mata pengunjung.
Ingin punya website atau aplikasi yang sesuai kebutuhan bisnis kamu? Neo Karya siap membantu mulai dari website company profile, landing page, toko online, hingga sistem custom. Kamu juga bisa melihat portfolio dan layanan kami melalui website resmi kami di https://neokarya.co.id/services/application-development/. Konsultasikan kebutuhanmu sekarang bersama kami di +628131336130 dan mulai bangun bisnis yang lebih profesional di era digital.
