Custom Software vs Software Siap Pakai — Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnis Anda?
Custom vs Siap Pakai — Hal ini sudah menjadi perdebatan dari sebelum digitalisasi bertumbuh di dunia fashion. Pemilihan diantara keduanya dapat mempengaruhi strategi bisnis Anda kedepannya. Jangan sampai salah memilih!
Untuk bisnis yang terus berkembang, desisi untuk beralih kepada pembuatan software merupakan salah satu langkah digitalisasi untuk tetap terupdate dengan tren saat ini. Salah satu yang menjadi bagian sulit dalam melakukan transisi ini adalah memilih antara custom software atau Software siap pakai.
Pemilihan ini merupakan sebuah pilihan krusial yang cukup berat dan membantu membentuk masa depan operasional bisnis Anda. Nantinya, hasil pemilihan ini akan mempengaruhi bagaimana strategi bisnis Anda kedepannya.
Jadi, jangan sampai kalian salah pilih Software yang akan dipakai pada bisnis Anda karena kerugiannya dapat berdampak kepada waktu, biaya, dan struktu bisnis Anda.
Custom Software
Jika dianalogikan, custom software seperti baju khusus yang dibuat hanya untuk Anda, sehingga hasil baju akan lebih cocok dengan style dan juga bentuk tubuh Anda. Sama halnya dengan custom software, hasil dari custom software akan dibuat untuk memenuhi kebutuhan seluruh kebutuhan Anda.
Custom Software perlu dibuat dari awal dan dibangun dari dasarnya untuk memenuhi kebutuhan spesifik bisnis Anda. Hasilnya, software yang terbangun akan disesuaikan dengan alur kerja yang sudah ada dengan meningkatkan efisiensi operasional, dan dapat ditingkatkan seiring dengan pertumbuhan bisnis Anda.
Pros vs Cons Custom Software
|
PROS |
CONS |
|
Sesuai Kebutuhan – Dibuat khusus mengikuti model bisnis dan proses kerja, sehingga memberikan pengalaman pengguna yang lebih personal. |
Biaya Awal Tinggi – Pengembangan dari nol membutuhkan biaya besar untuk desain, pengembangan, dan implementasi. |
|
Skalabilitas Tinggi – Mudah dikembangkan seiring pertumbuhan bisnis, termasuk penambahan fitur, layanan, atau pengguna. |
Waktu Pengembangan Lama – Proses pengembangan bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. |
|
Keunggulan Kompetitif – Menyediakan fitur unik yang tidak dimiliki kompetitor yang memakai software generik. |
Tanggung Jawab Pemeliharaan – Perlu tim internal atau mitra untuk perawatan dan pembaruan sistem. |
|
Integrasi yang Mulus – Bisa dihubungkan dengan sistem lama, database, atau API pihak ketiga tanpa kompromi. |
|
|
Keamanan & Kepatuhan Lebih Baik – Kontrol penuh atas keamanan data dan kepatuhan regulasi (HIPAA, GDPR, dll). |
Software Siap Pakai
Masih menggunakan analogi yang sama dari sebelumnya, software siap pakai seperti baju yang biasa Anda temukan di toko-toko pada umumnya. Pembuatan baju dibuat dengan design yang sama dengan sedikit perbedaan di sizing bajunya saja. Kalian perlu mencari baju yang cocok dengan style dan bentuk tubuh Anda. Saat pemakaian pun Anda juga perlu mencari pasangan untuk baju baru Anda agar cocok untuk digunakan.
Konsep ini juga akan terjadi jika bisnis Anda menggunakan software siap pakai, dimana software dikembangkan secara massal untuk memenuhi fungsi bisnis yang umum. Alat yang tersedia biasa berbasis SaaS, berlangganan, dan siap untuk digunakan. Akan tetapi, dikarenakan ini merupakan software siap pakai, maka perubahan yang dilakukan akan lebih sulit untuk di implementasi (Seperti jika kalian permak baju) dan secara operasional bisnis Anda harus mengikuti alur yang sudah disediakan.
Beberapa contoh software siap pakai, seperti Microsoft Office, Slack, Trello atau software lainnya yang dapat kalian akses dengan mudah.
Pros vs Cons Software Siap Pakai
|
PROS |
CONS |
|
Implementasi Cepat – Bisa langsung digunakan setelah dibeli, cocok untuk bisnis yang butuh bergerak cepat atau menguji ide (MVP). |
Kustomisasi Terbatas – Fitur dikendalikan oleh vendor, sulit untuk menyesuaikan dengan kebutuhan spesifik bisnis. |
|
Biaya Awal Lebih Rendah – Umumnya menggunakan sistem langganan (bulanan/tahunan), sehingga lebih ringan di awal. |
Kesenjangan Integrasi – Mungkin tidak cocok dengan sistem atau arsitektur internal, bisa menyebabkan duplikasi kerja atau data yang terpisah. |
|
Performa Terbukti – Sudah digunakan banyak bisnis, stabil, rutin diperbarui, dan didukung komunitas pengguna. |
Batasan Skalabilitas – Ketika bisnis tumbuh, software ini bisa jadi tidak cukup fleksibel atau hanya bisa naik ke versi enterprise yang mahal. |
|
Dukungan Vendor – Pengelolaan server, keamanan, pembaruan, dan pemeliharaan ditangani oleh penyedia, sehingga tim bisa fokus pada inti bisnis. |
Risiko Kontrol Data – Data penting disimpan di server pihak ketiga, menimbulkan risiko terkait kepemilikan data dan kepatuhan regulasi. |
Perbedaan Custom Software vs Software Siap Pakai
Diantar pros dan cons, adapun perbedaan diantara kedua jenis software tersebut yang dapat mempengaruhi pilihan Anda
|
Aspek Perbedaan |
Custom Software |
Software Siap Pakai |
|
Kepemilikan |
Kepemilikan penuh |
Lisensi pemilik software |
|
Waktu Pembangunan |
Lama (pembangunan dari awal) |
Pendek (implementasi langsung) |
|
Biaya |
Tinggi (sesuai dengan waktu dan sumber daya yang tersedia) |
Rendah - Medium (Biasa bersifat subscription atau memiliki hidden cost) |
|
Model Pembayaran |
Per project |
Per lisensi/subscription |
|
Jenis Kustomisasi |
Tinggi |
Rendah |
|
Perawatan |
Full support (internal/eksternal) |
Berdasarkan T&C Vendor (Bisa crash/downtime mendadak) |
|
Skalabilitas |
Tinggi |
Medium (Tinggi, jika berbayar biasanya) |
|
Integrasi |
Tinggi |
Tidak ada - Medium (tergantung ketersediaan dari vendor) |
|
Control |
Full control |
Terbatas |
|
Support |
Dari developer langsung |
Disediakan dari vendor tetapi tidak langsung/mengikuti roadmap vendor |
Lalu, Mana yang Paling Tepat Untuk Bisnis Anda?
Setelah mengerti perbedaan diantara kedua jenis software tersebut, Anda seharusnya sudah memiliki gambaran yang mana yang lebih dibutuhkan oleh bisnis Anda. Kebutuhan, prioritas, modal atau budget, serta skalabilitas dari bisnis Anda akan membantu dalam pemilihan diantara keduanya.
Untuk bisnis yang bisa terbilang kecil atau sedang berkembang mungkin akan lebih cocok dengan software siap digunakan mengingat biasanya bisnis tipe ini memiliki lebih sedikit budget dengan SDM yang juga belum siap memadai.
Bisnis dengan proses yang terstandarisasi seperti Sales, HR, atau Marketing juga dapat memilih software siap pakai, seperti Salesforce, HubSpot, atau Zoho yang menawarkan fungsi bawaan yang mencakup sebagian besar kebutuhan bisnis umum. Hal ini dapat menghemat waktu dan biaya yang diperlukan untuk membangun sistem dari nol. Misalnya, sebuah agensi pemasaran berskala menengah dapat memanfaatkan Mailchimp untuk kampanye email dan Trello untuk manajemen proyek tanpa perlu mengembangkan sistem dari awal.
Nantinya, jika bisnis Anda sudah mulai memasuki digital maturity yang baik dan signifikan, Anda mungkin dapat mempertimbangkan kembali custom software untuk bisnis Anda.
Sebaliknya, untuk bisnis yang sudah tergolong besar atau jika bisnis Anda berjalan dalam kategori yang tidak umum dan unik, custom software dapat menjadi jawaban yang tepat untuk Anda.
Secara sederhana, custom software menawarkan berbagai macam tools yang lebih fleksibel, memungkinkan pembangunan software untuk memecahkan pain point dari bisnis Anda.
Dalam satu sisi, mungkin Anda juga bisa menggunakan software siap pakai yang tersedia dengan budget yang lebih murah. Akan tetapi, perlu diingat bahwa dalam software siap pakai terdapat banyak sekali tools “tidak penting” yang bisa saja justru memberatkan software yang sedang tidak dipakai dan menghalangi kinerja bisnis Anda.
Kesimpulan
Nah, sekarang kalian sudah mengerti bukan, mana yang lebih tepat untuk bisnis Anda. Kalian akan memilih yang mana, nih, untuk bisnis Anda? Tergantung dengan kebutuhan, proses, budget, serta bidang bisnis Anda, dapat mempengaruhi pilihan Anda. Pilihlah custom software untuk bisnis yang lebih complex. Sebaliknya, pilihlah software siap pakai untuk bisnis yang memang belum siap secara SDM dan budget, terlebih jika bisnis Anda bergerak dalam kategori dan memiliki proses bisnis yang umum.
Sumber: LinkedIn Post
