Detail Article Image
Education

7 Kesalahan Umum dalam Pengembangan Aplikasi dan Cara Menghindarinya

Menjadi developer handal bukan cuma soal menyelesaikan fitur, tapi juga soal menulis kode yang rapi, aman, dan mudah dirawat. Hindari 7 kesalahan umum ini untuk bikin proyekmu tahan lama dan enak dikembangkan bareng tim.

Admin 31 July 2025 18

Sudah menjadi sebuah pengetahuan umum bahwa dalam proses perkembangan, pasti juga akan ditemui oleh kesalahan-kesalahannya. Melalui kesalahan tersebutlah baru kami dapat terus belajar dan berkembang sesungguhnya. Namun, akan lebih baik jika saat proses pengembangan, Anda tidak perlu bertemu dengan kesalahan umum yang sepele atau biasa disebut sebagai “Beginner mistakes”.

Pengmbangan aplikasi merupakan sebuah proses yang complex. Sedari awal, diperlukan rencana, pengeksekusian, dan pemeliharaan lanjutan yang teliti. Bahkan developer yang sudah berpengalaman terkadang tidak luput dari kesalahan yang berdampak kepada keseluruhan performansi dan sekuritas aplikasi yang sedang dikembangkan. Tetapi, dengan memahami kesalahan-kesalahan umum ini diawal dan mengetahui cara mengindarinya dapat menjadi kunci utama dalam pengembangan aplikasi yang baik.

1. Mengabaikan cara penulisan code

Salah satu kesalahan terbesar dalam menulis kode adalah dengan cara penulisannya. Codingan yang susah dibaca dan berantakan akan susah untuk dirawat dan dapat menjadi masalah dengan pengembangan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, munculah istilah baru di dunia developer yang berasal dari pengetahuan ini, yaitu “clean code”

Cara menghindari:

  • Gunakan nama variabel dan fungsi yang jelas dan bermakna

  • Ikuti gaya penulisan dan format kode yang konsisten

  • Buat fungsi yang spesifik dan berfokus kepada 1 tugas

  • Tambahkan komentar atau pembatas agar kode mudah dicari dan dipahami tujuan code

2. Tidak menggunakan atau menuliskan unit tests

Banyak developer yang melewati tahap ini dikarenakan terlalu melelahkan, ribet, dan repetitif. Padahal, unit test merupakan hal krusial dalam mencegah bug dan memastikan aplikasi tetapi stabil. Tanpa sebuat test, perubahan kecil pun dapat membuat error yang tidak disadari.

Cara menghindari:

  • Gunakan pendekatan Test-Driven Development (TDD)

  • Gunakan template/framework/metode yang sudah ada untuk mempersingkat penulisan unit test, seperti JUnitu, PyTest, Mocha, dll

  • Integrasikan test ke dalam pipeline CI

  • Lakukan pengujian kepada “happy path” dan juga “edge case”

3. Hardcoding

Hardcoding atau penulisan angka/teks langsung dalam code (tanpa menggunakan variabel atau konfigurasi eksternal) dapat  membuat aplikasi susah dirawat kedepannya. Selain itu, hardcore rawan dalam error, terutama saat dilakukan perubahan.

Cara menghindari:

  • Simpan nilai-nilai penting di file konfigurasi atau environment variabel

  • Gunakan konstanta atau enum untuk nilai tetap

  • Jangan pernah taruh API key atau credential database langsung di code — Anda dapat menggunakan tool seperti dotenv, AWS Secret Manger atau Vault

4. Mengabaikan praktik keamanan

Banyakan kerentanan muncul bukan dari niat jahat, tetapi dari developer yang kurang paham dalam praktik keamanan. Contoh yang sering banyak dijumpai mulai dari input yang tidak tervalidasi, query sql yang rawan ter-inject, dan data sensitif yang tidak terenkripsi.

Cara menghindari:

  • Selalu lakukan validasi input dari user

  • Gunakan parameterized queries

  • Enkripsi data sensitif baik saat dikirim maupun disimpan

  • Ikuti best practice yang ada dan sudah dibuktikan keamanannya oleh developer lain

5. Pengembangan version control yang tidak baik

Tanpa version control yang rapi dan baik, akan menyusahkan bagi para developer yang membutuhkan kolaborasi. Mulai dari code yang saling konflik, progress yang dapat hilang, hingga tidak tahu kapan code mengalami perubahan dan oleh siapa.

Cara menghindari:

  • Gunakan Git dengan strategi Git Flow atau Trunk-Based Development

  • Tuliskan pesan commit yang jelas dan deskriptif

  • Rutin melakukan push ke remote repo

  • Review dan merge pull request dengan teliti.

6. Optimasi code untuk performa

Kode yang tidak efisien dan ditulis terlalu panjang dapat membuat aplikasi berjalan dengan lambat, boros memori, dan tidak skalabel. Hal ini merupakan sesuatu yang krusial, mengingat bahwa performa aplikasi yang baik bukan soal kemudahan pengguna atau kecepatan, tetapi juga pengalaman pengguna.

Cara menghindari:

  • Hindari loop bertingkat jika tidak perlu, dan perbaiki algoritma yang lambat

  • Gunakan index yang tepat di database dan optimalkan query

  • Pantau performa dengan tool seperti New Relic, Prometheus, atau Datadog

  • Optimalkan file gambar dan aset di web untuk mempercepat loading

7. Kurangnya dokumentasi

Tanpa dokumentasi, kode yang ditulis akan susah dimengerti — tak terkecuali si penulis code setelah beberapa minggu. Dengan menjaga dokumentasi yang baik dan berisikan data yang relevan, akan mempermudah penulis code untuk mengingat kembali apa yang ditulis dan mempermudah on-boarding developer selanjutnya. Pembuatan dokumentasi memang suatu hal yang melibatkan, tetapi hal ini merupakan sebuah investasi untuk masa depan pengembangan aplikasi.

Cara menhindari:

  • Buatlah dokumentasi yang singkat tetapi informatif yang terupdate

  • Dokumentasikan API menggunakan tools seperti Swagger atau Postman

  • Sertakan README yang jelas untuk setup dan cara menjalankan proyek

  • Tambahkan komentar di bagian kode yang rumit (namun, jangan over-comment)


Dalam proses ngoding, terkadang kita terlalu fokus kepada hasil akhir hingga lupa untuk memperhatikan hal-hal penting yang justru berdampak besar kepada proyek kita. Nyatanya, ngoding buka hanya soal membangun sesuatu yang bisa dijalankan. 

Kesalahan dalam pengembangan memang tidak bisa dihindari, tetapi dengan pengetahuan yang cukup, kesalahan-kesalahan umum dapat terhindar dan dicegah. Dengan begitu masa pengembangan dan juga hasil dari aplikasi dapat berjalan secara efisien dan efektif.

 

Source: Medium post

Berita Terbaru Lihat Semua
Masih Cek Rekening Koran Manual? Ini Cara Modern Deteksi Fraud Lebih Cepat
Digital Technology Bisnis

Masih Cek Rekening Koran Manual? Ini Cara Modern Deteksi Fraud Lebih Cepat

6 Days Ago
Satu Teknologi yang Menggantikan Input Data Manual di Perusahaan
Teknologi

Satu Teknologi yang Menggantikan Input Data Manual di Perusahaan

6 Days Ago
Kenapa Banyak Perusahaan Beralih ke Collection Outsourcing di 2026?
Teknologi Bisnis

Kenapa Banyak Perusahaan Beralih ke Collection Outsourcing di 2026?

6 Days Ago
Sistem Analytic Rekening Koran untuk Mencegah Financial Fraud di Perusahaan
IT Tools

Sistem Analytic Rekening Koran untuk Mencegah Financial Fraud di Perusahaan

7 Days Ago
Ubah Foto Dokumen Jadi Data Instan dengan OCR AI Neokarya
IT Tools

Ubah Foto Dokumen Jadi Data Instan dengan OCR AI Neokarya

7 Days Ago

Let's Build Your Digital Solution Together

Time Icon
OPERATIONAL
Senin s/d Jumat pukul 08.00 s/d 16.00
Location Icon
OUR ADDRESS
Grand Slipi Tower 7F, Jl. Letjen S. Parman No.24, RT.1/RW.4, Slipi, Kec. Palmerah, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11480
Call Icon
CALL US
+628131336130